Home Jurnal Anak Sholeh ; Investasi Abadi Dunia Akhirat

Anak Sholeh ; Investasi Abadi Dunia Akhirat

185
0
SHARE
Anak Sholeh ; Investasi Abadi Dunia Akhirat

Oleh : Zenta Nur Amalia, Mahasiswi PAI FTIK Uinsa, Santriwati Ponpes Aljihad Surabaya.

 

السَّلَام عَلَيْكُم وَ رَحِمَهُ الله وَ بَرَكَاتُه

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

 

Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah SWT,

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW.

 

Pada kesempatan yang singkat ini, mari kita merenungkan satu topik yang sangat mendasar namun menentukan masa depan kita, yaitu: Anak Sholeh sebagai Investasi Abadi.

 

Hadirin yang dirahmati Allah

 

Dalam pandangan Islam, anak bukan sekadar penerus keturunan atau penghibur di kala sepi. Anak adalah amanah yang dititipkan kepada orang tua. Namun, di balik tanggung jawab besar tersebut, Allah menyimpan karunia yang sangat luar biasa jika kita berhasil mendidik mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Mengapa keberadaan anak sholeh sangat penting bagi kita sebagai orang tua?

Saya menyimpulkannya menjadi 2 poin sederhana

 

 *1. Investasi Pahala yang Tak Terputus* 

Ketika ajal telah tiba, manusia akan terputus dari seluruh urusan dunianya. Harta yang kita kumpulan, jabatan yang kita banggakan, hingga rumah mewah yang kita bangun akan kita tinggalkan. Namun, ada satu jalur pahala yang akan terus mengalir meskipun tubuh kita sudah membujur di dalam kubur.

 

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

 إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

 

Doa dari seorang anak yang taat adalah cahaya di alam kubur bagi kedua orang tuanya. Setiap kali ia berbuat baik, membaca Al-Qur’an, dan memohonkan ampunan untuk orang tuanya, pahalanya akan terus mengalir tanpa mengurangi pahala sang anak sedikit pun.

 

Maka dari itu, anda sebagai calon orang tua, besok ketika sudah punya anak didik lah anakmu itu dengan baik. Tanamkan nilai-nilai aqidah, ajari mereka akhlak yang baik karena apa yang kita ajarkan kepada mereka akan menjadi timbal balik bagi kedua orang tuanya.

 

 *2. Penyejuk Hati (Qurrota A’yun)* 

Di dunia ini, keberadaan anak sholeh adalah sebuah kekebahagiaan. Karena mereka adalah sosok yang berbakti, santun, dan taat kepada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang mengabadikan doa hamba-hamba-Nya yang sholeh dalam Surah Al-Furqan ayat 74:

 

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

 

Dalam tafsir Al Munir karya Syekh Wahbah Az Zuhaili, ayat ini menjelaskan ciri hamba Allah yang taat, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh agar menjadikan pasangan dan keturunan mereka sebagai orang yang mendapat petunjuk, taat kepada Allah, serta membawa kebahagian. Lebih lanjut, beliau Syekh Wahbah Az Zuhaili menyatakan bahwa kehadiran pasangan dan anak yang sholeh sholehah adalah sumber kebahagian dan kedamaian bagi seorang mukmin. Ketika seorang mukmin melihat keluarganya taat kepada Allah hatinya akan merasa tentram damai. 

 

Ada 2 tipe anak, yang pertama;

“Nduk, piring e pean Korah i nduk, ben ga numpuk” “nggeh buk” langsung dicuci. 

“Le, lampu ngarep pean dandani, ben padang” “nggeh, pak”

 

Sama tipe yang kedua;

“Nduk, piring e pean Korah i, nduk, ben resik” “sek talah, buk, mesisan ngko sore ae”

“Le, Bapak pean ewangi kene dandani lampu” “isok dewe ngunu kok njaluk tulung”

 

Nah, dari 2 tipe ini lebih enak dilihat yang mana? 

 

Yang pertama kan? 

 

Anak yang sholeh itu tidak akan menyusahkan orang tuanya, melainkan membawa ketenangan dan keberkahan dalam keluarga.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

 

Anak sholeh tidak lahir secara kebetulan. Mereka adalah hasil dari pola didik yang penuh keteladanan, ketulusan, doa, serta asupan rezeki yang halal. Kita tidak bisa menuntut anak menjadi sholeh jika kita sendiri sebagai orang tua belum memberikan teladan dalam beribadah dan berakhlak.

Ini tadi tugas kita sebagai orang tua. Lalu tugas kita sekarang apa? Yang nantinya sebagai calon orang tua, tugas kita sekarang adalah carilah ilmu sebanyak-banyaknya, belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT. 

 

Sekian yang dapat saya sampaikan, meskipun sedikit yang penting bisa memberikan manfaat. Semoga esok Allah SWT mengaruniakan kepada kita semua pasangan yang sholeh sholehah, keturunan yang sholeh dan sholehah, yang menjadi penyejuk mata di dunia dan penolong kita di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 

وبالله توفق والهدية

والسلام عليكم و رحمة الله6 وبركاته

(H.Yahya Aziz, S.Ag, M.Pd.I pengampu Mata Kuliah Public Speaking PAI FTIK Uinsa)